Kamis, 15 November 2018

5 Fakta Tentang Bambu Runcing, Senjata Yang Dulu Untuk Bertempur Dan Merdeka


batasnegeri.com
Foto: batasnegeri.com

5 Fakta Tentang Bambu Runcing, Senjata Yang Dulu Untuk Bertempur Dan Merdeka -Bambu runcing merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perang kemerdekaan. Bagaimana tidak, nyatanya senjata tradisional ini adalah senjata yang benar digunakan oleh pejuang kemerdekaan untuk melawan penjajah. Di tengah serangan-serangan penjajah yang menggunakan senjata modern, senjata yang terbuat dari bambu ini menjadi salah satu senjata yang realistis yang bisa diharapkan saat itu. Selain mudah dibuat, penggunaannya pun juga mudah.

1.       Bambu Runcing Merupakan Identitas Perang Kemerdekaan
 pradjamoeda.blogspot.com
Foto: pradjamoeda.blogspot.com
Bambu Runcing merupakan senjata tradisional yang akan selalu dikenang oleh Bangsa Indonesia. Senjata ini merupakan senjata sederhana yang terbuat dari sebatang bambu dengan dilancipkan ujung atasnya. Meskipun sederhana, nyatanya senjata ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Jika diperhatikan, dalam film-film dokumenter perjuangan kemerdekaan Indonesia selalu saja ada bambu runcing yang digunakan oleh tentara rakyat. Hal ini karena bambu runcing layaknya sebuah identitas perjuangan kemerdekaan.  Seperti sebuah anekdot, jika ingat bambu runcing maka kita akan ingat perang kemerdekaan.

2.       Bambu Runcing Merupakan Senjata yang Ditakuti Pasukan Belanda
 kelanakota.suarasurabaya.net
Foto: kelanakota.suarasurabaya.net
Bambu runcing sebenarnya bukanlah senjata mematikan seperti senjata api yang bila ditembakkan akan langsung mematikan musuh ataupun bisa langsung diobati. Meski demikian, pasukan Belanda ternyata menyimpan ketakutan tersendiri bilamana harus berhadapan dengan pasukan bersenjata bambu runcing ini. Seorang musuh yang terkena tusukan bambu runcing tidak akan mati saat itu juga, matinya bisa berhari-hari kemudian bahkan berbulan-bulan. Justru hal inilah yang ditakutkan oleh tentara Belanda. Karena jika tidak mati saat itu juga, mereka harus terpaksa merasakan sakit luar biasa akibat tusukan bambu runcing itu sebelum kematiannya. Hal seperti ini justru akan lebih menyakitkan daripada harus mati ditempat. Terlebih lagi jika lukanya terkena infeksi akibat kuman-kuman atau racun yang sengaja ditempelkan pada ujung bambu runcing itu, tentu saja akan sangat menyakitkan.

3.       Jepang Memanfaatkan Bambu Runcing Untuk Menghadapi Tentara Sekutu
mahajinoesa.wordpress.com
Foto: mahajinoesa.wordpress.com
Di zaman pendudukan Jepang, bambu runcing dikembangkan sebagai senjata untuk menghadang payung musuh yang terjun dari udara. Saat itu senjata ini dikenal dengan sebutan takeyari. Laki-laki dan perempuan pribumi dilatih langsung oleh tentara Jepang untuk menggunakan takeyari ini yang memiliki ciri dibarengi dengan pekikan suara keras dan teriakan kemarahan. Pelatihan ini semakin intens dilakukan terutama saat Jepang kian terdesak oleh tentara sekutu. Di akhir masa penjajahan Jepang, bambu runcing seakan menjadi bumerang bagi tentara Jepang karena dengan bambu runcing ini pula lah pejuang kemerdekaan akan berperang menghadapi tentara Jepang. Senjata Bambu runcing nantinya ternyata tidak hanya digunakan rakyat biasa untuk melawan tentara Jepang. Sebagian besar satuan Badan Keamanan Rakyat (BKR) ternyata juga turut menggunakan senjata ini melawan Jepang. Meski berstatus pasukan perang, BKR sebenarnya tidak memiliki senjata api di sakunya melainkan hanya para komandan saja.

4.       Bambu Runcing Memiliki Banyak Kelebihan di Antara Senjata Modern Lainnya
goodnewsfromindonesia.id
Foto: goodnewsfromindonesia.id

Meski merupakan senjata tradisional, bambu runcing memiliki kelebihan yang tak dimiliki oleh senjata modern lainnya. Bambu runcing merupakan senjata yang dibuat dari sebatang bambu sehingga tidak bisa dideteksi oleh metal detector. Tentu saja ini sangat menguntungkan bagi pergerakan pasukan yang akan mendekati lawan. Dengan sifat bahannya yang ringan dan mudah disembunyikan, bambu runcing semakin sempurna bilamana digunaka menghadapi musuh. Selain itu, bambu runcing juga tidak memiliki bunyi bila digunakan. Hal ini akan sangat menguntungkan untuk siasat perang gerilya. Jika menggunakan senjata api, bunyinya bisa saja menarik pasukan musuh lainnya menuju ke tempat bunyi tersebut berasal. Hal ini bisa jadi sangat berbahaya karena dapat menimbulkan perang besar. Namun, jika menggunakan bambu runcing, membunuh seratus pasukan musuh pun tidak akan diketahui pasukan yang lain secara mudah. Jadi, menggunakan bambu runcing itu bisa sangat menguntungkan.

5.       Monumen Bambu Runcing, Dibuat Untuk Mengenang Jiwa Patriotisme
kabarin.co
Foto: kabarin.co
Untuk mengingat perjuangan kemerdekaan Indonesia, tak sedikit pemerintah kota yang turut membangun monumen bambu runcing di sudut-sudut kotanya. Di Surabaya, sebagai Kota Pahlawan, berdiri kokoh Monumen Bambu Runcing yang ada di Jalan Panglima Sudirman. Bagi arek Suroboyo, bambu runcing adalah simbol patrotisme untuk menegakkan kedaulatan bangsa di zaman penjajahan. Di Muntilan, Magelang, juga berdiri monumen bambu runcing. Monumen yang didirikan pada tahun 1970-an ini digunakan oleh warga setempat untuk mengingat keberhasilan mereka mengusir penjajah Belanda. Bambu runcing bisa dikatakan adalah simbol sebuah perlawanan, sehingga tidak salah rasanya jika banyak yang mengenang senjata ini dengan membangun monumen bambu runcing di kotanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar